Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2026

Umrah di akhir tahun 2025 (1)




Assalamualaikum ww.

Hari pertama, Kamis 25 Desember 2025.

Kami berdua bersama keluarga putriku Adik Hesty dan Boby serta kedua anaknya yang biasa kupanggil Kakak Lila dan Dedek Allura, berangkat Umrah dengan Travel Tazkia.  Travel ini telah lama kami gunakan jasanya jika Umrah.  Mereka memberangkatkan jemaah di tanggal-tanggal tertentu di bulan Desember ini. Kami yang berangkat tanggal 25 Desember termasuk dalam Grup MINA. Sesuai itinerary yang telah dibagikan, kami berkumpul di Resto Pepper Lunch Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta jam 15.00 WIB. Dari Tazkia, Tour Leader yang membersamai adalah Mbak Lis, yang sudah aku kenal baik sebelumnya.

Aku bersama Mas Suami dijemput putra sulungku Mas Dandy – mbak Dini, diantar ke Bandara. Sedang keluarga putriku Adik Hesty - Boby sekeluarga langsung ke Bandara naik taxi. Setelah pengumpulan koper bagasi dan koper kabin, kami duduk ngobrol di Resto dan sempat pula berfoto bersama keluarga dan jemaah Tazkia seluruhnya.

Beberapa waktu yang lalu, ketika Kakak Lila berulang tahun ke 17, aku menyarankan putriku agar jika ada kesempatan mengajaknya pergi umrah. Memohon kiranya Allah SWT berkenan memberi bimbingan kepada Kakak Lila dalam belajar, menuntut ilmu, menjalani masa dewasa, memilihkan jodoh serta pekerjaan yang sesuai kehendakNya. Saatnya untuk berserah diri bagi orang tuanya, memohon kelak diberikan takdir kehidupan yang baik bagi putrinya. Dan saran itu hari ini dilaksanakan. 

Aku berdua berusaha untuk bisa ikut ke Tanah Suci, mumpung pergi bersama anak mantu cucu, akan ada yang menjaga dan membantu jika mengalami kesulitan. Aku sangat ingin ke Tanah Suci, barangkali saja ini kesempatan terakhir mengingat usia kami sudah 78 tahun dan 73 tahun. Yang kami mohon hanyalah agar kami dapat kembali kepadaNya dengan husnul khotimah dan meninggalkan keluarga yaitu anak mantu cucu yang taat patuh kepadaNya serta senantiasa mendapat ridhoNya.

Sudah menjadi kebiasaanku untuk menuliskan pengalaman perjalanan. Tulisan itu merupakan Catatan Perjalanan menurut perespektif atau sudut pandang kaca mata aku. Tentu setiap orang mengalami hal yang berbeda. Mengenai perjalanan Umrah, aku pernah membuat dua tulisan di Blog-ku, wenidarmono.com. Jika berkenan membacanya, bisa di klik : 

  

https://www.wenidarmono.com/2017/12/kenangan-perjalanan-umroh-dan-tour-ke.html dan https://www.wenidarmono.com/2016/06/umroh-ke-tanah-suci-tahun-2016.html

Kami berdua mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Periksa ke Dokter, mengikuti sarannya, menyiapkan obat-obatan serta melakukan Vaksin Flu. Lengan kananku yang sakit, aku periksakan ke Dokter Ahli Rehab Medik. Diagnosa Dokter adalah Frozen Shoulder. Diberi obat serta diharuskan Fisioterapi. Alhamdulilah mulai sembuh. Mas Suami selain ke Dokter juga mulai latihan jalan secara intensif.

Sambil melaksanakan sholat magrib di Bandara, para Bapak sudah berganti mengenakan kain ihram bagian bawah dan sandal, tetapi masih mengenakan hem diatasnya. Ini karena akan langsung melaksanakan umrah dengan mengambil miqat di pesawat pada saat melewati Yalamlam. Yalamlam adalah titik lokasi disebelah tenggara kota Mekah yang ditetapkan sebagai tempat dimulainya berniat ihram bagi jemaah dari negara-negara tertentu (Yaman dan negara-negara di sebelah timur kota Mekah). Nanti sekitar 45 menit sebelum mendarat akan ada pemberitahuan bahwa pesawat sudah diatas Yalamlam. Saat itu jemaah pria mulai berganti sehingga sudah mengenakan kain ihram seluruhnya.

Penerbangan kami SV 819 CGK -JED 19.05 – 01.05 dengan menggunakan Pesawat Boing 777-300 ER. Dari Jakarta langsung Jeddah. Begitu pesawat naik, aku minum setengah tablet Esilgan yang sudah kupersiapkan, langsung jatuh tertidur. Baru bangun ketika mendengar pemberitahuan sudah melawati Yalamlam, yang artinya sudah menjelang turun.

 


Hari kedua, Jum at 26 Desember 2025.

Rombongan Tazkia menyediakan bus untuk kami. Bagasi dicek kembali, apakah koper kita sudah ada semua. Begitu sudah lengkap, bus menuju hotel. Perjalanan ke hotel sangat macet, harus sabar. Hotel kita di Mekah adalah Hotel Makarem Ajyad, lokasinya di belakang samping Tower Zam Zam.

Kami dibagi kunci kamar, aku berdua di lantai 4 nomor 409, sedangkan keluarga Boby ada di lantai 5.  Mereka mengambil yang sekamar satu keluarga berempat. Rencananya setelah sarapan pagi, kami bersama-sama berangkat dari hotel ke Masjid untuk melaksanakan umrah.

Pagi masih sejuk, walau ditengah ribuan manusia yang sama-sama akan menuju atau pulang dari Masjid. Memang benar Masjidil Haram sangat padat. Saat ini negara Arab Saudi sedang berada di puncak musim dingin. Musim yang nikmat untuk berumroh. Saat iburan anak sekolah dan liburan akhir tahun orang tuanya bagi jemaah Indonesia, begitu pula bagi masyarakat Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya. 

Dulu, yang aku temui saat umrah adalah jemah dari negara-negara Timur Tengah, Turki, India - Pakitan, Malaysia - Indonesia. Tetapi sekarang sepertinya bertambah banyak, dari negara-negara pecahan Rusia seperti Kazakhstan, Kirgistan, Ubekistan dan juga banyak dari China.

Grup kami dipimpin oleh Ustad Muhammad Faqihuddin serta Ustad Saiful.  Kami dibuatkan WA grup untuk memudahkan komunikasi. Dari grup sudah mengumumkan, siapa yang akan menggunakan Buggy Car untuk tawafnya, akan dikoordinir dan disediakan Muthawif yang menemani. Aku sudah tanyakan ke Mas Suami, apakah mau ikut Buggy Car untuk tawafnya? Katanya enggak mau. InshaAllah kuat. Semoga.

Dari Tazkia, masing-masing jemaah diberi alat Transmitter dan Earphone. Untuk Jemaah Wanita, Transmiter digantungkan di leher dalam jilbab, dan kabel Earphone dimasukkan ke telinga, juga di dalam jilbab. Dengan peralatan ini jemaah bisa mendengarkan dan mengucapkan/ menirukan dengan jelas doa-doa yang disampaikan Ustad Faqih.

Tawaf memerlukan kesabaran. Ditengah jemaah yang sama-sama tawaf, berdesakan dengan rombongan lain yang kadang lebih besar dan lebih kuat, kita mengalah saja. Waktu untuk melaksanakan tawaf menjadi lebih lama karena adanya peraturan baru. Sholat di Hijir Ismail diperbolehkan dengan sistim antrean, yang diatur oleh Petugas Masjidil Haram. Bagi pria disediakan di waktu pagi, wanita di malam hari. 

Sebelum adanya aturan ini, dulu kita bisa masuk kapan saja sholat di Hijir Ismail, tetapi memang berdesakan pria antara dan wanita. Putaran Tawaf dihentikan pada saat mereka yang akan sholat di Hijir Ismail itu  lewat, baik masuk maupun keluar (dengan dikawal Petugas).

Alhamdulillah tawaf 7 putaran sudah terlaksana. Setelah menyelesaikan tawaf, kemudian kami mundur beberapa meter untuk berdoa bersama dibelakang Maqam Ibrahim dipimpin Ustad Faqih. Kebetulan aku mendapat tempat  persis lurus dengan Multazam. Selesai berdoa bersama, aku sempatkan berdoa untuk diri sendiri, keluarga dan negeri tercinta Indonesia. Aku yakin doaku akan Allah ijabah.

Kami menuju Bukit Safa untuk memulai Sai. Tapi rombongan terpisah, Boby dan Lila tidak kelihatan bersama kami. Setelah ditelpon, ternyata berada di tempat Sai lantai 2. Kata Ustad, ya sudah, dilanjutkan saja Sai di lantai 2, karena akan sulit untuk mencari lokasi rombongan ditengah begitu banyaknya manusia. Ditempat Sai ini pun terasa penuh walau tidak sampai bersenggolan seperti ketika tawaf. Setelah 7 putaran bolak balik, Ustad mengajak mencari tempat untuk sholat Jum at di depan Kabah, karena sebentar lagi waktunya tiba.

Para jemaah yang semula melaksanakan Sai sudah mulai minggir mencari tempat untuk bersiap-siap mengikuti sholat Jum at. Aku merasa ingin ke toilet, aku minta supaya tahalul dulu, dan untuk kami berdua sholatnya nanti di tempat lain dimana saja sedapatnya.

Benar saja, setelah keluar dari toilet, Azan berkumandang. Tempat yang aku pilih bersama ibu-ibu Jemaah Turki sebenarnya sudah enak, berada di dekat pintu keluar sai. Tiba-tiba ibu-ibu itu menunjuk ke sajadahku yang kejatuhan kotoran burung dara dari atas. Wah, terpaksa aku gulung sajadah dengan hati-hati supaya nggak batal wudhu. 

Maka pindahlah aku mencari tempat lain. Sebenarnya banyak tempat di halaman Masjid dan ada karpetnya juga, sayang tempat itu panas. Padahal sholat Jum at belum dimulai, baru mendengarkan khotbah. Sambil menunggu selesai khotbah, aku berdiri saja di pinggir Masjid yang teduh yang dijaga Petugas karena tidak diperbolehkan sholat disitu. Pada akhirnya aku sholat di  karpet hijau, di tempat yang panas. Tapi tidak lama, hanya beberapa menit sholat 2 rakaat mengikuti Imam.

Tadi mas Suami berpesan sambil menunjuk ke suatu tempat, supaya aku menunggu di tempat yang ada tangganya itu. Aku cukup lama menunggu, tapi beliaunya nggak muncul. Padahal Hp nya aku yang bawa. Aku coba tanya putriku. Rupanya mereka sudah sampai hotel, sedang makan siang di resto. 

Katanya :

“Mama pulang saja dari pada tunggu-tungguan”.


Aku khawatir kalau Mas Suami juga sedang nyari 

lokasi tempat aku menunggu.


“Nanti kalau Papa sudah sampai, kabari mama saja ya”

Setelah diberitahu bahwa Mas Suami sudah sampai resto hotel, aku meninggalkan Masjid pulang ke hotel. Anehnya, ketika aku tanya, beliaunya merasa nggak pesan supaya menunggu di tempat yang ada tangganya itu. Lho, siapa tadi yang pesan?  Sudah lupa?

Hari ini, sangking capainya aku tidur nggak terbangun sampai waktu ashar tiba. Akhirnya kami sholat ashar dan magrib di kamar saja. Baru keluar lagi saat menjelang Isya.

 

Hari ketiga, Sabtu 27 Desember 2025.

Menurut itinerary yang dibagikan, hari ini acaranya adalah City Tour ke Thaif. Thaif adalah  sebuah kota yang berjarak sekitar 67 km dari Mekah. Kota pegunungan yang berhawa dingin, penghasil bunga mawar. Dulu di tahun ke 10 kenabian, dakwah Rasulullah ditolak dengan kejam oleh penduduk Thaif bahkan Rasulullaah sampai terluka. Tetapi pada akhirnya mereka memeluk Islam pada saat Fathu Makkah, dimana Nabi beserta  10.000 pasukan Islam membebaskan Mekah dari Kafir Quraisy.

Ketika aku tanyakan ke Mbak Lis Tour Leader Tazkia, berapa lama kita disana,  katanya ke Mekah sekitar jam 16 sore. Kami memutuskan untuk tidak ikut. Rasanya lebih baik tetap berada di Mekah, selain melaksanakan sholat juga untuk lebih mengenal sudut-sudut Masjidil Haram.

Kami berenam bersama-sama berangkat sholat subuh. Pagi masih dingin. Suhu waktu subuh di Mekah sekitar 15-20 derajat C. Biasanya satu jam sebelum waktu sholat tiba, pintu-pintu Masjid sudah dijaga. Jemaah sudah tidak bisa masuk. Tinggal ke Pintu nomor 94 yang ada escalatornya, untuk sholat di roof top. 

Karena udara sejuk, memang nyaman sholat disini. Pemandangan diatas masjid dipenuhi lampu-lampu indah dengan background gedung-gedung tinggi, diantaranya yang ikonik adalah Tower Zam Zam.  Kami masih mendapat tempat sholat yang enak. Selesai sholat berfoto rame-rame.




Setelah selesai sholat subuh, Boby mengajak ke Tower Zam Zam jalan-jalan cari kopi di food courtnya. Aku baru pertama kali kesini. Suasana food court terang benderang dan cukup ramai, karena banyak Café dan resto yang buka 24 jam. 

Kami menikmati kopi Juju, maksudnya Barn’s yang ditulis dalam huruf Arab. Ini kedai kopi lokal yang sangat digemari Jemaah Indonesia, karena variasi menunya yang beragam. Aku dipesankan Latte, yang tidak pahit. Ada beberapa roti enak yang dipotong-potong, aku cicipi sedikit.




Kembali ke Hotel berdua saja, karena mereka masih ingin jalan-jalan. Keluarga putriku memang suka menjelajah, baik di tanah air maupun di luar negeri. Biasa jalan sendiri, tidak menggunakan travel. Kami berdua mau sarapan di resto hotel saja, dimana menunya banyak tersedia buah dan salad.

Aku kepengin sekali bisa shalat di dekat Ka’bah. Penasaran, bagaimana caranya supaya bisa sampai kesana? Sekarang ini pintu-pintu masjid dibagi. Ada yang hanya untuk jemaah wanita dan ada yang bisa pria dan wanita.

Saat sholat dzuhur kami berdua bisa masuk ke dalam masjid. Kemudian aku mencari tempat yang masih kosong. Mas Suami mencari tempat yang berdekatan agar nanti bisa bersama-sama mencari jalan ke arah Ka’bah. Setelah sholat dzuhur selesai, kami berdua jalan terus didalam Masjid. Jika keluar, akan sulit untuk masuk lagi.

Setelah bertanya kesana kemari, akhirnya ketemu. Masuknya dari pintu nomor 79 terus turun Escalator, sudah tampak Kabah. Jika turun sekali lagi, itu sudah tempat tawaf. Untuk kesini hanya diperbolehkan wanita saja. Sedangkan untuk laki-laki diperbolehkan jika berpakaian ihram.

Aku nggak sampai ke tempat tawaf, cukup melihat Ka'bah saja. Disitu aku bisa berdoa khusuk walaupun posisi berdiri. Aku  mendoakan putraku mas Dandy dan keluarganya, khususnya untuk cucuku : Kakak Aisha, yang sedang berjuang menuntut ilmu untuk masa depannya. Mengingat mas Suami menunggu di tempat shalat dekat Pintu nomor 70, akupun menuju ke arah sana sekaligus mencari tempat untuk sholat ashar. Selesai sholat, kami jalan menuju hotel.




Informasi mengenai Pintu nomor 79 yang bisa langsung ke Ka’bah itu aku sampaikan ke Putriku, biar Kakak Lila bisa diajak kesana. Pastinya berdoa disana inshaAllah dikabulkan. Selama ini aku merasa bahwa Allah SWT telah memberikan karunia yang besar, semua permohonanku  Allah kabulkan. Semoga untuk keluargaku demikian pula.

  

Hari keempat, Minggu 28 Desember 2025.

Acara hari ini menurut Itinerary adalah tour ziarah sekitar Mekah, mengunjungi Jabal Nur, Gua Hira, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina dan terakhir ke Masjid Ji’ronah untuk  mengambil miqat melaksanakan Umrah Kedua. Umrah Kedua ini tentative, bagi yang uzur boleh tidak melaksanakannya.

Karena ziarah ke tempat-tempat tersebut sudah pernah kami lakukan, kami memberitahukan  ke Tazkia untuk tidak ikut ziarah, tetapi mau langsung melaksanakan Umrah Kedua. Untuk itu minta didampingi Muthawif dari Tazkia. Pagi-pagi aku sudah mandi ihram dan berpakaian putih, siap turun sarapan di resto hotel.

Jam 8.00 kami berempat berkumpul di lobi. Untuk Umroh Kedua ini Mas Suami dan Dedek Allura nggak ikut. Mas Suami kami sarankan nggak ikut, kawatir kecapaian. Dedek Allura sedang nggak enak badan. Jadi Peserta Tawaf kedua (mandiri) ini berempat saja.

Muthawwif yang akan membimbing dan menemani kami adalah Ustad Jaelani Lombok. Namanya Jailani berasal dari Lombok. Mungkin ada nama yang sama, sehingga harus ditambahkan nama daerah asalnya. Ustad Jaelani sudah memesan mobil untuk kita mengambil miqat di Masjid Tan Im. Ketika mobil datang kita berempat segera berangkat. Driver mobil ini benar-benar nggak enak cara membawa mobilnya. Ugal-ugalan, siat-siut ke kanan ke kiri cepat sekali. Aku jadi pusing, mata kupejam terus, takut vertigo aku kambuh.

Sampai di Masjid Tan Im kami sholat sunah Tahiyatul Masjid 2 rakaat dan sholat sunah ihram 2 rakaat. Kemudian dibimbing Ustad mengucapkan niat. Selanjutnya kembali ke Masjidil Haram untuk mengerjakan Tawaf 7 putaran, sholat di belakang Maqam Ibrahim dan kemudian Sai 7 kali bolak-balik. Terakhir, Tahalul dengan menggunting sedikit rambut. Ustad Jailani masih punya tugas lain, kami persilahkan untuk meninggalkan kami berempat.


l


Ketika Azan sholat Dzuhur berkumandang, kami mengambil tempat di sisi kanan dan kiri jalur Sai. Sholat disini lebih tenang tidak berdesakan. Begitu sholat selesai mereka yang Sai-nya terpotong, melanjutkan Sai lagi. Kamipun kembali ke hotel.




Besuk siang kami akan meninggalkan kota Mekah setelah Tawaf Wada. Baju Gamis aku jumlahnya sudah menipis. Memang aku ingin beli 1 atau 2 potong di Mekah atau Madinah. Jika ada kesempatan, pulang sholat mau lihat-lihat di Pasar Safa.



Dilanjutkan : Umrah di akhir tahun 2025 (2)

 d









Minggu, 20 Oktober 2024

R E U N I





Assalamualaikum ww.

Hari itu Rabu, tanggal 30 Agustus 2023 aku berangkat dari Solo menuju Hotel MM Yogyakarta. Inilah Reuni pertamaku dengan teman-teman SMA3 Solo setelah 53 tahun berpisah. Sebelum memutuskan untuk datang ke Yogya, hatiku ragu-ragu, maju mundur, datang apa enggak.

Terpikir olehku, apa sebenarnya manfaat pertemuan kembali dengan teman-teman dikala kita sekolah? Pasti ada hal-hal menyenangkan setidaknya mengingat kembali hal-hal lucu yang terjadi di masa lalu. Tapi bagi aku sendiri, jujur saja, ada hal yang tidak menyenangkan. Seingatku semasa SMA dulu aku sangat pendiam dan pemalu, walaupun aku dikaruniai otak encer. Karena begitu pemalunya itu, aku hanya punya sedikit teman. Bahkan ada teman sekelas cowok tetangga dekat rumah yang setiap hari aku lewati, nggak pernah pulang sekolah bereng atau bertegur sapa. Seperti orang nggak kenal saja....……

Banyak cerita yang kuperoleh bahwa banyak orang menghindari Reuni karena sering hanya digunakan sebagai ajang memperlihatkan kesuksesan. Ada juga yang menghindari Reuni karena  pilihan politik yang berbeda. Bahkan ada yang pasangannya melarang, khawatir terjadi CLBK (cinta lama bersemi kembali)……

Dengan jarak waktu 53 tahun, rasanya segala sesuatu telah berubah. Aku bukan seorang pendiam dan pemalu lagi. Banyak hal yang sudah aku peroleh selama waktu yang panjang itu, ilmu, pekerjaan, pengalaman hidup, pendalaman agama, dan hal-hal lain-lain yang mematangkan pribadiku. Dengan pemikiran inilah aku memasuki Komunitas SMA3 dan akan hadir di Reuni.

Komunitas Alumni SMA3 Solo tahun 1970 telah terpencar di beberapa kota. Mengikuti lokasi tempat tinggal, dibuat kelompok atau Zona yaitu Zona Solo, Yogya, Jakarta dan Timur Jauh  (Surabaya dan Makasar). Penyelenggara Reuni kali ini adalah giliran Zona Yogya.

Beberapa hari sebelum hari H, aku berusaha mencari-cari dan akhirnya memperoleh nomor Hp teman sebangku dulu, Haryadiningsih. Aku bahkan sudah lupa, di kelas berapa dulu kita sebangku. Aku mencoba untuk pertama kalinya ngobrol dengannya setelah selama 53 tahun belum sekalipun bertemu. Ngobrol kesana kemari, tentang keluarganya, suami, anak dan cucu. Aku semakin mantap untuk datang ke Reuni. Paling tidak ada Haryadiningsih selain teman-teman Zona Jakarta dimana aku anggotanya.

Di Hotel MM Yogya, aku datang tepat waktu. Mas Suami dan adik-adik mengantar sampai Hotel, kemudian mereka Nyoto di Kedai Soto  seberang Hotel. Belum banyak tamu datang. Yang ada hanya Panitya dari Zona Yogya. Rasanya seperti orang asing yang berada di lingkungan baru. Akhirnya aku ketemu dengan Haryadiningsih, yang waktu itu aku lihat foto profilnya di WA. Dia tidak banyak berubah, suaranya masih renyah.

Selain teman-teman dari Zona Jakarta, aku sama sekali tidak bisa mengingat siapa saja mereka. Bagaimana ya, yang ada di benakku masih teman-teman dengan seragam abu-abu putih, masih pada muda, tampan dan cantik, berambut panjang dan pendek, berbadan tegap dan langsing. Sedangkan yang aku temui disini semua berwajah kakek dan nenek...... padahal pastinya akupun juga sudah nenek-nenek ......ha ha ha .... kan mereka semua seusiaku ....... 

Aku mencoba mendahului menyalami teman-teman yang kutemui sambil melihat nama yang tergantung di dadanya.

"Panjenengan sinten? "

Kata-kata ini yang sering kali kudengar setiap kali aku mengulurkan tangan..... dan ketika melihat Name Tag yang kukenakan, langsung kami berpelukan erat ...... 

'"Oooh kowe to ....... '

"Kamu bener-bener berubah .... "

"Dulu kamu itu tomboy, rambut pendek dan kutu buku ....... "

“Bla bla bla ......”  (Woouw ....begitu to aku dulu ....)

Berturut-turut acara demi acara berlalu, ada diantaranya disebutkan bahwa aku salah satu pendatang baru bersama dengan seorang teman dari kota lain yang juga baru hadir setelah sekian tahun. Selain acara nyanyi-nyanyi bersama dari masing-masing Zona, ada acara foto bersama berdasarkan kelas. Bahkan foto bersama berdasarkan asal SMP nya. Rupanya banyak juga teman-teman SMA3 yang berasal dari SMP yang sama dengan aku,  SMP Negeri 6 Widuran. Mas Djatimoro, Jeng Setiastuti, Mas Muchson, Mas Ninto dan beberapa lagi yang tidak aku perhatikan.

Saat itu perhatianku terpecah menjadi tidak fokus setelah mendapat telepon dari mas Suami bahwa Mbak Darwanti, kakak Mas Suami, masuk Rumah Sakit dalam keadaan tidak sadar setelah jatuh. Aku harus menghubungi Hotel Paragon dimana kami menginap, untuk memperpanjang hingga beberapa hari melihat situasi dan kondisi Mbak Darwanti. Demikianlah, setelah acara berakhir aku dijemput, langsung kembali ke Solo.

Flash back cerita tentang awal mula aku masuk ke Komunitas SMA3 ini. Suatu hari di tahun 2020 dimana aku sudah pensiun dari jabatan Notaris PPAT, aku sedang dalam perjalanan naik mobil bersama mas Suami dan Adik-adik. Ada panggilan telepon dari seseoang yang memperkenalkan diri, Pengurus Alumni SMA3 tahun 1970 Zona Jakarta, yaitu mas Tri Budomo. Dia mendapat nomor hpku dari Mbak Prapti, teman di SMA3, yang adalah kerabat jauh dari tanteku, Bu Harini. Mbak Prapti dulu pernah satu kelas, di kelas berapa ya? Mbak Prapti juga pernah bersama-sama di Universitas Diponegoro, tapi kemudian pindah ke UGM.

Mas Tri Budomo menginformasikan tentang Grup Alumni SMA3 ini dan mengajak untuk ikut bergabung.  Saat itu aku hanya mengiyakan saja, sambil berpikir bagaimana nanti saja.   Aku dimasukkan dalam WA Grup Zona Jakarta. Disitu aku mulai mengenal lagi, nama-nama yang familiar, dulu pernah satu kelas. Ada nama mas Djatimoro, yang aku ingat dia adalah Ketua OSISnya SMA3 tahun 1970 (dulu namanya apa ya?) Aku sempat japri dengan mas Djati, karena dia juga temanku di SMP6. Dari catatan mas Djatimoro, katanya aku berada di kelas I-2, IIB-2, dan IIIB-2. Mas Djati punya data resmi dari SMA3.

Menyambut  Lebaran tahun 2022 Zona Jakarta mengadakan Halal Bihalal di rumah Mas Dr. Harwan. Disitulah untuk pertama kali aku mengenal satu per satu anggota Zona Jakarta. Aku datang bersama mas Suami, dan disana mas Suami ketemu dengan Mas Saryono yang adalah temannya di ESDM. Di rumah mas Harwan itu aku juga ketemu Jeng Murti, temanku di BKKBN, dulu Sekretaris Kepala Biro Penerangan.  Aku jadi merasa senang, mulai banyak yang aku kenal. Dari ngobrol-ngobrol dengan teman-teman Zona Jakarta, mas Suami merasa nyaman sehingga untuk selanjutnya selalu hadir jika ada pertemuan.



Kedekatan sesama anggota Zona Jakarta semakin intens setelah kami wisata bersama, khusus ibu-ibu (anggota dan para isteri anggota) ke Kopi Nako. Dimotori oleh Jeng Murti dan Jeng Tutut kami berfoto ria dan kuliner bersama dengan mengenakan Dress Code blus polos warna-warni dan celana hitam. 





Sejak akhir tahun 2023, telah diumumkan bahwa Penyelenggara Reuni ke 9 Tahun 2024 adalah Zona Jakarta. Teman-teman memutuskan untuk tidak menyelenggarakan di Jakarta mengingat beberapa hal. 

Pertama. Anggota akan kesulitan mengenai biaya transport dan menginap. 

Kedua. Tahun 2024 adalah tahun politik, tidak nyaman untuk berkumpul di Jakarta.

Ketiga. Sebagai Penyelenggara, Zona Jakarta akan berat karena memerlukan banyak dana untuk acara seperti ini. 

Oleh karena itu, disepakati untuk diselenggarakan di Solo saja.

Dengan cara gotong royong, akhirnya dapat terkumpul biaya untuk menyelenggarakannya di Novotel Solo pada tanggal 18 September 2024. Beberapa kali diadakan pertemuan mempersiapkan acara Reuni ini, termasuk di acara Halal Bihalal Lebaran tahun 2024 di Resto Ayam Suharti Jl. Dewi Sartika.

Ini adalah Reuni kedua yang aku hadiri. Dua hari sebelum hari H aku berdua mas Suami sudah berangkat ke Solo. Hari itu aku punya sedikit keperluan ke Yogya. Esok harinya di tanggal 17 September  2024, semua anggota Zona Jakarta berkumpul di rumah mas Saryono untuk ngobrol sekaligus gladi resik kecil-kecilan.

Dirumah mas Saryono malam itu disediakan berbagai hidangan khas Solo. Sego liwet, Selat solo, Cabuk rambak dan sebagainya. Malam itu aku ketemu banyak teman dari Zona Solo. Sebagian aku ingat tapi lebih banyak yang aku lupa siapa saja mereka. Tapi itu dimaklumi juga, karena  belum tentu kita pernah sekelas.

Jeng Anik Saryono, sudah lama aku kenal di kepengurusan Dharma Wanita ESDM. Jeng Anik yang juga PNS di salah satu Kementerian, baru saja pensiun. Sedang senang-senangnya merasakan bebas dari tugas kantor. Mereka berdua sering berada di Solo, Yogya  atau Jakarta sehingga aktif di 3 Zona itu. Di Reuni ini, bantuan Mas Saryono dan isteri luar biasa. Terima kasih ya Mas dan Jeng….

Pada hari H, tanggal 18 September 2024 di Hotel Novotel Solo, dari pagi teman-teman sudah hadir. Mereka menginap di Hotel Mergangsan tak jauh dari Novotel. Aku mendapat tugas mengecek hidangan yang disediakan hotel. Acara dimulai sekitar jam 10, menunggu kehadiran teman-teman dari semua Zona.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah Ucapan Selamat Datang dan Sambutan Ketua Zona Jakarta, Mas Teddy Rubianto, selanjutnya diikuti dengan acara Persembahan dari Zona-zona. Pengiring musik dan Penyanyinya adalah yang dulu tampil saat Reuni di Yogya.

Kami sangat bersyukur berkat Pembawa Acara Jeng Emy isterinya mas Djati yang dengan sigap menggantikan Jeng Tutut yang sedangg sakit. Acara berjalan tidak membosankan karena diselingi dengan  berbagai kuis berhadiah uang kertas baru lembaran Rp. 10.000. dan lembaran Rp. 5.000.

Zona Jakarta membawakan lagu Keroncong Kemayoran. Karena sudah beberapa kali latihan, kami merasa percaya diri. Teman-teman Pria mengenakan Hem Batik lengan panjang berkalung sarung. Sedangkan yang Putri berbaju atasan warna polos dengan selendang senada.  Sarung dan selendang akan dikibarkan disaat akhir lagu.




Menurutku yang paling istimewa adalah persembahan Zona Yogya. Mereka menari dengan diiringi gamelan tembang Jawa, dipimpin Semar yang menari sangat luwes.

Saat acara berlangsung, aku duduk disebelah Jeng Murti, kepadanya aku sering menanyakan siapa-siapa  yang aku lupa atau  merasa belum mengenalnya. Disebelah kiriku, duduk seseorang yang sudah kelihatan begitu sepuh. Mungkin karena penyakit. Sempat ngobrol juga, tapi aku tidak dapat mengingatnya siapa dia dulu. Disamping kita-kita yang masih bisa tegak berdiri dan bisa berjalan dengan cepat, ada juga teman yang hadir menggunakan kursi roda didorong oleh putranya. Bersyukurlah kita, kesehatan itu harus diperjuangkan …..

Di Reuni ini juga diputuskan bahwa tahun depan sebagai penyelenggaranya adalah Zona Timur Jauh bekerja sama dengan Zona Solo. Juga diputuskan pergantian Ketua Alumni, dari Mas Subagyo (saat itu tidak hadir) ke Mas Toto Prawitosari dibantu Bendahara yang ….. namanya aku lupa……


Wassalamualaikum ww.

Jakarta, 18 Oktober 2024.

 

 







Senin, 03 Juli 2023

Mengunjungi sumur-sumur (minyak) tua di Cepu



Assalamu’alaikum ww.


Tulisan ini aku buat di bulan Nopember tahun 2014 dimana saat itu harga minyak dunia belum turun drastis seperti sekarang. Meskipun demikian, tentu kita berharap semoga situasi akan berubah mambaik, karena bagaimanapun juga, dunia dan manusia akan tetap membutuhkan “energi” sampai kapanpun. Inshaallah...

Senin, 24 Oktober 2022

Pesan buat anak-anakku


Assalamu'alaikum ww.

Mas Dandy, mbak Dini, Kakak Aisha serta Adik Hesti, mas Boby, Kakak Lila dan Dedek Lura yang mama sayangi.

Rasanya ulang tahun mama yang ke 64 ini, merupakan saat terbaik untuk menyampaikan kepada Mas beserta keluarga dan Adik beserta keluarga, sedikit tentang pelajaran kehidupan. Mengapa saat terbaik? Karena usia 64 tahun menurut orang Jawa adalah usia paling matang, delapan windu atau biasanya disebut “Tumbuk Warso”. Setelah usia tersebut rata-rata kwalitas hidup manusia mulai menurun, baik kemampuan fisik maupun psikhis. 

Pada usia itu, Rasulullah dipanggil menghadapNya.  Jika mama sampai melampaui usia itu, artinya mendapat bonus, sekaligus harus bersiap-siap untuk  memulai  babak baru dalam kehidupan, dimana akan lebih banyak bergantung kepada orang lain, terutama kepada anak-anak.

Kalau selama ini mama tidak sering ngobrol serius, paling-paling ngobrol tentang urusan sehari-hari yang kita hadapi dan kita lalui bersama, khusus untuk kali ini mama ingin serius. Mama ingin mengikuti apa yang dilakukan oleh Luqman yang menasehati anak-anaknya, dan Allah SWT berkenan menghargai dan mengabadikannya dalam Al Qur’an Surat 31 yaitu Surat Luqman.

Beberapa diantara poin-poin penting nasehat Luqman kepada putranya dalam Surat itu adalah :

- Jangan menyekutukan Allah. Maknanya sangat luas, tetapi apabila dipadatkan, maka kita harus menomorsatu-kan Allah. Selain Allah, semua itu berada di level sesudahnya. Apa misalnya? Orang tua, Pasangan hidup, Keluarga, Bisnis dan sebagainya.

- Berbuat baik kepada kedua orang tua. Ketahuilah bahwa Ridha Allah adalah ridho orang tua. Ini berulang-ulang dinyatakan dalam Kitab suci Al Qur’an.

- Bersyukur dalam segala kesempatan, karena apa yang tidak enak menurut pandangan kita, ternyata setelahnya/dibelakangnya mempunyai hikmah yang belum kita ketahui.

- Berbuat kebaikan (walau kebaikan itu hanya sebiji sawi dan dimanapun dikerjakannya) Allah akan membalasnya.

- Mendirikan shalat. Bukan hanya sekedar melakukan shalat, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

- Mengerjakan perbuatan yang baik dan mencegah yang mungkar. Baik ataupun munkar disini adalah ukuran Allah, bukan ukuran manusia.

- Bersabar terhadap apa yang menimpa diri kita. Dikala menghadapi kesulitan, kita dilarang berputus asa. Selalu berdoa, berharap adanya kebaikan setelah kesulitan yang telah menimpa kita.

- Jangan sombong, angkuh dan membanggakan diri. Sadarilah bahwa kita manusia tidak memiliki apa-apa, semua berada dalam genggaman Allah SWT.

- Bertakwa.  Ada penjelasan tentang takwa di Surat An Nisa tersebut dibawah ini.

- Dan lain-lain ……  

Perintah dan larangan yang terdapat dalam Surat Luqman ini juga terdapat dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an, sehingga hal-hal tersebut sudah familiar dibenak kita, bukan merupakan sesuatu yang baru. Namun demikian, banyak diantara kita yang mengaku sebagai Muslim tetapi tidak menjalankannya. Menjalankan ……. nah itulah yang berat. Pada kesempatan sekarang ini, mama mencoba untuk memberikan tip-tip yang jika dipraktekkan, maka sedikit demi sedikit akan menjadi biasa, sehingga tidak lagi berat.

Sekalipun sejak muda mama sudah  bekerja  diluar rumah, akan tetapi tetap belajar/mempelajari agama dengan cara mama sendiri. Bagi mama belajar itu tidak harus berhadapan langsung dengan Guru. Mama belajar dari mana saja. Dengan mendengarkan ceramahnya Pak Kyai Haji Kosim Nurseha melalui Radio Kayumanis, setiap hari bertahun-tahun hingga beliau wafat. Mendengarkan Pak Zaenuddin MZ, hingga mengoleksi kaset-kasetnya. Belajar mengaji dan membaca Al Qur’an kepada Ibu Lubis Komplek Bappenas dan Ibu Rogayah. Belajar Tafsir Al’Qur an Prof. Salman Harun dengan cara mendengarkan setiap hari sehabis subuh di RRI PRO 1 FM. Dan yang sekarang sedang mama senangi adalah belajar kepada Cak Nur (Ustad yang tidak mau disebut Ustad) Pengasuh Acara Serambi Islami TVRI melalui You Tube.

Dari ilmu yang mama peroleh, ada beberapa ayat yang akhirnya menjadi pegangan hidup sehari-hari. Pertama-tama adalah ayat-ayat tentang manusia yang beriman, kemudian tentang manusia yang bertakwa dan keistimewaan-keistimewaan yang diberikan Allah kepadanya, dan terakhir tentang sikap manusia dalam hal menghadapi situasi yang tidak diinginkannya. 

Ayat-ayat Al Qur an mengenai Orang-orang beriman dalam Surat Al Mukminun ayat 1 sampai 11 :

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman," (Q.S.23:1). 

"(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya," (Q.S.23:2). 

"dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan yang tiada berguna,"  (Q.S.23:3). 

"dan orang-orang yang menunaikan zakat," (Q.S.23:4). 

"dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,"(Q.S.23:5) 

"kecuali  terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (Q.S.23:6). 

Keterangan : masalah budak diatur di ayat-ayat yang turun kemudian, wajib dibebaskan.

"Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang orang yang  melampaui batas." (Q.S.23:7). 

"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya" (Q.S.23:8) 

"Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya." (Q.S.23:9). 

"Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi." (Q.S.23:10). 

"(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (Q.S.23:11). 

Ayat-ayat Al Qur’an mengenai Orang-orang yang bertakwa didalam Surat Ali Imran :

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa," (Q.S.3:133).

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Q.S.3:134). 

 "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (Q.S.3:135).

Keistimewaan orang-orang bertakwa dalam Surat At Thalaaq :

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah  niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan keluar.” (Q.S.65 : 2 akhir).

"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” (Q.S.65 : 3 awal)

"Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Q.S.65 : 4 akhir)

“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah,  niscaya DIA akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (Q.S.65 : 5 akhir). 

Menyikapi suatu keadaan yang menurut pandangan kita tidak kita sukai, dalam Surat Al Baqarah :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia  amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat burukbagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Q.S.2:216 akhir).


Dalam perjalanan hidup yang panjang, mama memiliki kebiasaan-kebiasaan, yang kemudian menjadikannya sebagai perilaku, dan akhirnya membentuk suatu mindset atau pola pikir yang sesuai dengan ajaran agama kita. 

Dan apa yang selama ini mama lakukan itu telah mama petik manfaat serta kebaikannya, yaitu telah menjadikan kehidupan keluarga tenteram, damai dan berkecukupan. Pastilah dalam setiap kehidupan akan datang cobaan. Namun Alhamdulillah, Allah memberikan jalan keluar yang mudah atas setiap cobaan yang mama terima.

Apa yang selama ini mama lakukan itu, ingin mama sampaikan untuk dapat diteruskan oleh anak-anak dan cucu-cucu mama. Inshaallah kehidupan anak-anak dan cucu-cucu mama akan selalu mendapat perlindungan Allah SWT dalam kebahagiaan, ketenteraman, kedamaian dan kecukupan, hingga di akhir hayat kelak.

1. Mama selalu berkonsultasi dengan Allah Sang Pemilik hidup kita, tentang apa saja yang akan mama lakukan dalam urusan keluarga maupun pekerjaan. Apakah yang akan mama kerjakan ini halal, haram atau subhat. Memohon keridhoanNya.

2. Melaksanakan kewajiban berzakat dengan tertib. Tidak perlu menunggu setahun sekali, langsung setiap penghasilan atau rejeki, dikeluarkan zakatnya. Syukur-syukur jika bisa melebihi ketentuan 2,5 %. Melakukan ini dengan perasaan enteng tanpa beban. Ikhlas karena Allah. Kita dilarang “hubbud dunnya”, atau sangat mencintai duniawi. Bukankah semua ini milik Allah? Ada hak orang lain di harta yang kita miliki, sehingga seharusnya segera kita serahkan.

3. Melaksanakan sedekah. Kebiasaan mama hingga sekarang, setiap hari ulang tahun salah satu dari Papa, mama, anak-anak dan cucu-cucu, mengirim sumbangan beras ke Masjid An Nur. Di masjid itu, setiap pengajian dihadiri puluhan ibu-ibu duafa. Pada saat hari-hari besar Islam, bahkan sampai ratusan ibu-ibu dari warga duafa yang tinggalnya jauh-jauh hadir disana. Pada saat itulah dilakukan pembagian beras.

Jika mama menghadapi suatu masalah yang membuat hati risau atau khawatir, mama segera melakukan sedekah. Ini sesuai nasehat  para Guru mama tersebut diatas, juga Guru Papa, Almarhum Pak Ali Fariz, bahwa sedekah akan mencegah bala/bencana.

Hari Jum’at adalah hari yang baik untuk bersedekah, sempatkan memberikan sedekah kepada siapa saja yang kita jumpai dalam keadaan kita merasa iba melihatnya, seberapa saja yang kita punya.

Mama juga menjadi donatur tetap untuk 10 orang Nenek duafa di sekitar Jatiranggon yang mama tidak pernah mengenalnya, dari sejak beberapa tahun yang lalu. Semoga ada diantara anak-anak bersedia melanjutkan jika mama telah tiada.

4. Mama membiasakan diri untuk mendoakan pasangan. Setiap hari saat Papa berangkat ke kantor, mama mengantarkan ke pintu dengan memohon kepada Allah. Ya Allah, teguhkan iman dan selamatkan suamiku dalam mencari rizkiMu. Rodhoilah pekerjaannya.

Mama membiasakan diri untuk mendoakan orang lain yang menurut mama orang itu dalam keadaan kesulitan. Misalnya disaat mama sedang enak-enak duduk di mobil yang empuk, dingin ber AC, melihat pemulung yang bekerja mencari nafkah dengan pakaian yang kumuh mengorek-ngorek tempat sampah atau memungut sampah di jalan, maka jika mama tidak dapat memberi dia sedekah, sebagai gantinya, mendoakannya. Ya Allah, limpahkan rizki kepadanya, berikan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Menurut apa yang mama pelajari, doa kita itu juga akan kembali kepada kita. Doa kita diaminkan oleh  para malaikat dan para malaikat akan mendoakan orang yang berdoa untuk orang lain.

5. Apabila terjadi pertengkaran dengan Papa, sekalipun hati masih marah, setelah tiga hari harus berbaikan. Berbaikan karena Allah.  Allah mewajibkan demikian. Tidak menuruti kemarahan berlarut-larut. Manusia bertakwa, harus menahan marah dan memaafkan kesalahan orang lain.

6. Menghormati  dan menyayangi mereka yang  telah membantu meringankan pekerjaan mama, baik membantu dalam bekerja mencari rizki  maupun membantu pekerjaan rumah yang tidak dapat mama kerjakan sendiri. Apa yang mama nikmati, selayaknya mereka juga ikut menikmatinya. Oleh karena itu, mama sering mengajak Staf maupun Mbak Pembantu jalan-jalan atau sekedar makan di luar, agar mereka juga merasakan apa yang pernah mama rasakan karena rizki yang mama peroleh atas bantuan mereka. Syukur-syukur juga memikirkan masa depan mereka dan keluarga. Kepada siapa mereka akan berkeluh kesah, jika bukan kepada kita Pimpinannya, karena mereka setiap hari bekerja bersama kita.

Demikian pula menghormati orang lain siapapun dia. Kadang  mereka tampak hanya sebagai orang biasa, tetapi hanya Allah yang tahu bahwa sebenarnya dia itu barangkali seorang Auliya, seorang Sufi atau seorang yang sedang menjalankan perintah Allah. Berprasangka baiklah kepada sesama kecuali orang itu telah terbukti tidak baik..

Itulah pesan dan nasehat mama di hari ulang tahun mama. Sekiranya menurut Mas, Adik dan keluarga mampu melaksanakan, ikutilah, laksanakan. Sedikit demi sedikit akan terasa lapang menjalankan perintah beribadah kepadaNya. Perlu diingat, tugas kewajiban pokok kita di dunia ini hanyalah beribadah kepadaNya. “Tidak aku ciptakan Jin dan Manusia, kecuali beribadah kepadaku”, demikian firman Allah.

Dunia ini memang indah dalam pandangan mata kita, apa lagi jika keindahan itu dapat kita nikmati bahkan seterusnya hingga kelak setelah kita berada di surgaNya. Inshaallah….Semoga …..

 

Wassalamu’alaikum ww.

Jakarta, 31 Januari 2017.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

  

 



 

 


Rabu, 19 Oktober 2022

Bab VI. KENANGAN RUMAH-RUMAH YANG PERNAH KUTINGGALI

 



1. Rumah Sorogenen

Rumah pertama yang aku kenal sejak lahir adalah rumah Sorogenen. Rumah ini beralamat di Gang Bangunharjo, Kampung Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Karena sangat dekat dengan Jalan Sorogenen, maka aku menyebutnya Rumah Sorogenen. Rumah kami lumayan besar, terdapat 2 pohon mangga gadung di depan rumah, yaitu sebelah utara dan selatan. Kalau berbuah besar dan manis, menyenangkan.

BAB VII. BELAJAR MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT



KAPAN dan di umur berapa aku mulai mengenal Allah? Rasanya dimulai ketika sudah duduk di SMP sekitar 12 tahun, saat mengikuti pelajaran Agama Islam. Di sekolah aku mulai belajar agama Islam dan mulai mempraktekkannya dengan benar, rajin sholat dan puasa, berharap kelak masuk surga.

Sabtu, 15 Oktober 2022

BAB V. SEKOLAH ALAM BEKASI - SAsi




1.Awal berdirinya

 

Setelah menjual sebidang tanah kosong yang berlokasi di Srengseng Kembangan, Jakarta Barat di tahun 1984, hasilnya kami belikan sebidang tanah kebon di daerah Jatiranggon, Bekasi. Kebon dengan luas tanah 4.500 M2 itu berbentuk ngantong yaitu dari pinggir jalan besar masuk ke dalam dengan lebar sekitar 3 meter atau mobil bisa lewat, sepanjang lebih kurang 50 meter. Lahan yang luas ada di bagian dalam.