Senin, 18 September 2017

Rumah Teh Ndoro Donker dan Warung Kopi Klotok


Assalamu’alaikum ww.

Perjalananku kali ini adalah dalam rangka memenuhi undangan keponakan kami, dr Endang, yang menikahkan putrinya di kota Slawi. Kami telah merencanakan untuk hadir di Slawi, akan tetapi terlebih dahulu  pulkam ke Solo, sudah kangen dengan kulinernya. Kami bertujuh bersama adik-adikku, berangkat dalam 2 mobil seminggu sebelum menghadiri undangan,  sekaligus mau mencoba jalan tol yang baru. Di perjalanan, kami mampir di dua tempat yaitu Ngopi Pagi di Resto Pringsewu (setelah keluar dari  Pintu Tol Brebes) dan Makan Siang di Rumah Makan Sate Kempleng Ungaran. Dengan melewati tol sekitar setengah dari jarak tempuh Jakarta Solo, maka lama perjalanan menjadi lebih pendek. Biasanya Jakarta – Solo ditempuh lebih dari 12 jam, sekarang cukup  8 - 9 jam saja. Berangkat dari Jakarta pagi setelah sholat subuh, berjalan santai, tiba di Solo waktu Ashar. 

Minggu, 16 Juli 2017

Menikmati Senggigi Lombok. Liburan bersama Lila dan Allura.


Assalamu’alaikum ww.

 Hari Pertama, Selasa 4 Juli 2017.

Mendarat di Bandara Lombok International Airport di Praya, ibu kota Kabupaten,Lombok Tengah, tampak masih suasana libur lebaran. Ramai sekali. Teringat terakhir ke Lombok bersama suami, adik-adik dan staf Kantor Notaris di bulan Mei tahun 2012, lima tahun yang lalu, Ketika itu Bandara masih baru, masih kosong.  Sekarang sudah banyak toko dan restorannya.

Jumat, 30 Juni 2017

Orang tua kita, kunci sukses hidup kita



Assalamu’alaikum ww.
Masih dalam situasi Lebaran, aku sering menanyakan kepada teman dan kenalan, apakah dia dan keluarganya  mudik, mudiknya kemana, atau tetap tinggal di Jakarta. Seseorang yang  aku kenal baik, sebut saja namanya Pak Ali,  menceritakan bahwa dia tidak mudik karena dia tidak tahu persis, Ibunya sekarang tinggal dimana. Setelah Ayahnya meninggal dunia dan Ibunya menikah lagi, ia tidak banyak mengetahui kabar beritanya. Kemudian sejak suami Ibunya juga meninggal, Ibunya ikut anak suaminya (anak tirinya), sedangkan Pak Ali dan kakaknya, anak-anak kandungnya tinggal di Jakarta. Terakhir ketemu Ibunya ketika Ibunya itu masih tinggal di suatu desa di daerah Lampung. Menurut Pak Ali,  karena kondisi kehidupannya yang pas-pasan, dia tidak mungkin untuk mencari Ibunya, dan kalaupun ketemu, tidak mungkin untuk mengajaknya tinggal bersama.  

Travelling ke Borneo : Menyusuri Hutan Mangrove Sungai Somber Balikpapan




Assalamu’alaikum ww.

Hari ke ketiga penjelajahan kami di sebagian Bumi Borneo ini adalah melihat dari dekat kehidupan mangrove yang juga dikenal sebagai bakau, di kota Balikpapan. Jika menyebut Hutan Mangrove Balikpapan, maka ada dua tempat. Pertama yang ada di Margomulyo dan kedua di Mangrove Center Graha Indah. Dengan pertimbangan bahwa setelah dari Hutan Mangrove kami akan mengunjungi Bukit Bangkirai, maka Guide kami pak Sugeng memilihkan obyek mangrove yang berada di Mangrove Center, di Sungai Somber.